Showing posts with label Tokoh tokoh dunia. Show all posts
Showing posts with label Tokoh tokoh dunia. Show all posts


          

    
      “ Jika bisa menaklukkan Konstatinopel, berarti bisa menaklukkan dunia “. Pepatah di atas lah yang saya pernah dengar di telinga saya ketika sedang membahas biografi tokoh muslim hebat yang satu ini. Mari langsung kita bahas.
Muhammad II dilahirkan di Edirne yang pada masa itu ibu kota kerajaan Uthmaniyyah pada 29 Mac 1432. Bapaknya adalah Sultan Murad II (1404–51) ibunya Huma Hatun, anak perempuan Abd'Allah dari Hum.

Muhammad al-Fatih merupakan seorang sultan yang mementingkan kekuatan dalaman dan luaran para tenteranya. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketenteraan, sains, matematik menguasai enam bahasa (bahasa Turki , Greek, Hebrew, Arab , Parsi dan Latin ) pada ketika berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat, warak dan tawaduk selepas Sultan Salahuddin Al Ayubbi (pahlawan Islam dalamPerang Salib ) dan Sultan Saifuddin Muzaffar Al Qutus (pahlawan Islam dalam peperangan di Ain Jalut menentang tentera Mongol). Malah sifat-sifat baginda dan tenteranya telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW :

“Constantinople akan ditakluki oleh tentera Islam. Rajanya (yang menakluk) adalah sebaik-baik raja dan tenteranya (yang menakluk) adalah sebaik-baik tentera. “

Kejayaan baginda dalam menewaskan tentera salib menyebabkan ramai kawan dan lawan kagum dengan kepimpinan beliau serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Baginda merupakan anak didik Syeikh Syamsuddin yang mana merupakan keturunan Abu Bakar As- Shidiq.

Antara sumbangan baginda adalah menakluk Konstatinopel yang juga menyebabkan berakhirnya Empayar Byzantine. Baginda jugalah yang menukar nama Constantinople kepada Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah ditukar oleh Mustafa Kamal Ataruk kepada Istanbul . Di atas jasanya, Masjid Al Fatih telah dibina bersebelahan makamnya.

Diceritakan bahwa para tentera Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat rawatib sejak baligh. Hanya Sultan Muhammad Al Fatih sajalah yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hinggalah ke saat baginda meninggal dunia.

Sumber :  http://ms.wikipedia.org

Biografi singkat tentang Muhammad Al Fatih





       Jika sebelumnya saya nge-posting tentang tokoh Islam yang bernama Umar bin Khattab, sekarang saya akan memperluas ilmu pengetahuan Sahabat dengan postingan saya tentang Abu Bakar Ash-Shidiq. Ini informasinya.
 Sejak kecil ia terkenal sebagai anak yang baik. Perilakunya yang lemah-lembut, jujur, dan sabar, membuatnya disenangi masyarakat. Karena sifat-sifatnya yang mulia itulah sejak masa remajanya ia sudah bersahabat dengan Nabi .

Pengertian Khulafaur Rosyidin adalah para kholifah yang arif bijaksana. Mereka adalah keempat sahabat yang terpilih menjadi pemimpin kaum muslim setelah Nabi Muhammad Rosulullah saw. wafat. Keempat kholifah tersebut ialah: a) Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.; b) Umar bin Koththob; c) Utsman bin Affan ra.; dan d) Ali bin Abi Tholib ra. Keempat kholifah itu selain berhasil melanjutkan perjuangan Rosulullah saw. menegakkan ajaran tauhid, juga sukses memperluas penyebaran dan mengharumkan nama Islam. Berikut ini kami uraikan sekelumit riwayat hidup dan jasa keempat kholifah tersebut.

Nama Aslinya adalah Abdul Ka’bah. Lalu Nabi Muhammad saw. mengganti namanya dengan Abdullah. Lengkapnya Abdullah bin Abi Quhafah at-Tamimi. Ia terlahir dari pasangan Usman (Abu Quhafah) bin Amir dan Ummu Khoir Salma binti Sakhr, yang berasal dari suku Taim, suku yang melahirkan tokoh-tokoh terhomat.
Ia dilahirkan dua tahun satu bulan setelah kelahiran Nabi Muhammad saw. kemudian terkenal dengan julukan Abu Bakar, sedangkan gelar Shiddiq diberikan oleh para sahabat karena ia sangat membenarkan Rosulullah saw. dalam segala hal. 
Ialah yang menemani Nabi Muhammad saw. 

Di gua Hiro, dan yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan orang tua terhormat. Tentang Abu Bakar ra., Rosulullah saw. bersabda, "Sungguh orang yang paling dekat kepadaku persahabatan dan hartanya, ialah Abu Bakar. Andaikata aku boleh memilih teman di antara umatku, maka akan kupilih Abu Bakar. Tetapi kecintaan dan persaudaraan dalam Islam cukup memadai. Tidak satu pun pintu dalam masjid yang terbuka, kecuali pintu Abu Bakar". (HR. Bukhori) Sampai saat ini di masjid Madinah masih ada sebuah pintu yang disebut pintu Abu Bakar ra. Yakni pintu yang selalu beliau lalui semasa hidupnya jika masuk ke masjid melalui rumah beliau.

Tidaklah mengherankan jika sewaktu Nabi saw sakit, ia dipercaya oleh para sahabat menjadi Imam sholat. Juga pantaslah apabila kaum muslimin kemudian memilihnya sebagai kholifah/pemimpin setelah Rosulullah saw. wafat.
Keagungan kepribadian Abu Bakar dapat disimak dari penggalan-penggalan pidatonya ketika dilantik menjadi kholifah, antara lain beliau katakan, "Saya bukan orang yang terbaik di antara kalian, tetapi saya akan memelihara amanah yang telah kalian serahkan kepada saya. Kalau saya mengikuti ajaran Allah SWT dan petunjuk Rosul-Nya, maka ikutilah saya. 


Sebaliknya jika saya menyimpang, luruskanlah (koreksilah) saya. Kebenaran adalah kejujuran, dan kebohongan adalah ketidakjujuran. Orang yang paling kuat dalam pandangan saya, adalah orang-orang yang lemah di antara kalian oleh sebab itu saya akan menjamin hak-hak mereka. Dan orang-orang yang paling lemah dalam pandangan saya, adalah orang-orang yang kuat di antara kalian, dan saya akan mengambil sebagian dari hak-hak mereka (zakatnya)."

Sumber : http://pustaka.abatasa.co.id

Abu Bakar Ash Shidiq RA



      

       Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat.. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa'ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.

      Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerrusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk Salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.
     
       Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara adidaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah wafat, jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

Sumber :  http://id.wikipedia.org

Umar bin Khattab



      
      Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi (872-950) disingkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan.
 
      Ia juga dikenal dengan nama lain Abu Nasir al-Farabi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir). 
Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan.
 

Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian:
 
1.     Logika
2.    Ilmu-ilmu Matematika
3.    Ilmu Alam
4.    Teologi
5.    Ilmu Politik dan kenegaraan
6.     Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).
Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam.

Sumber = .

http://blogger-info-update.blogspot.com

 

Al - Farabi